Langsung ke konten utama


Andai jemari tak sempat berjabat.
Jika raga tak bisa bersua.
Bila Ada kata membekas luka.
Semoga pintu maaf masih terbuka.
Selamat Idul Fitri 1439 H
Bila ada langkah membekas lara
Ada kata merangkai dusta
Ada tingkah menoreh luka
Mohon maaf lahir dan bathin
Selamat hari raya Idul Fitri 1439 H
“Bibirku bak pisau, perbuatanku bak iblis, kugoreskan semua luka dalam hatimu, kusayat hatimu tak terkira menggoreskan luka terdalam dalam hatimu. Taqobalallahu minna wa minkum. Maafkan segala dosa dan kesalahanku.”
“Fitrah sejatinya adalah meng-Akbarkan Allah dan syariat-Nya di alam jiwa, di dunia nyata, dalam segala gerak, di sepanjang nafas dan langkah. Semoga seperti itulah diri kita di hari kemenangan ini. Selamat Idul Fitri 1439 H, mohon maaf lahir batin.”
“Untuk hati yang pernah terluka oleh tajamnya lidah. Untuk jiwa yang perih oleh buruknya tingkah laku. Untuk perasaan yang hancur oleh ego yang tak mau mengalah. Mohon maaf lahir dan batin.”
“Bila kata merangkai dusta, bila langkah membekas lara, bila hati penuh prasangka, dan bila ada langkah yang menoreh luka, mohon bukakan pintu maaf. Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir batin.”
“Tiada kesucian menjadi sempurna tatkala ada salah satu kebencian tertanam dalam jiwa membasuh jiwa dengan permintaan maaf. Terkirim dari lubuk hati atas kesalahan selama ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin.”
“Faith makes all things possible. Hope makes all things work. Love makes all things beautiful. May you have all of the three. Happy Idul Fitri.”
“Mawar berseri di pagi hari. Pancaran putihnya menyapa nurani. SMS dikirim pengganti diri. Selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin.”
“Andai jemari tak sempat berjabat. Jika raga tak bisa bersua. Bila Ada kata membekas luka. Semoga pintu maaf masih terbuka. Selamat Idul Fitri.”
“Tiada yang seindah ketika hati tersucikan. Bersih tanpa noda kebencian yang terbasuh oleh ramadhan dan kemurnian hati untuk saling memaafkan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Minal aidzin wal fa idzin. Mohon maaf lahir batin.”
“Sebelas bulan kita kejar dunia, kita umbar napsu angkara. Sebulan penuh kita gelar puasa, kita bakar segala dosa. Sebelas bulan kita sebar dengki dan prasangka, sebulan penuh kita tebar kasih sayang sesama. Dua belas bulan kita berinteraksi penuh salah dan khilaf, di hari suci nan fitri ini, kita cuci hati, kita buka pintu maaf. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.”
“Selembut apapun angin berhembus pasti pernah menebarkan debu. Seputih apapun baju tak ada yang tanpa noda. Sebaik apapun manusia pasti pernah khilaf dan melakukan kesalahan. Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap doa. Semasa hidup bersimbah khilaf dan dosa, berharap dibasuh maaf. Selamat Idul Fitri.”
“Jangan terputus silaturahmi karena sepatah kata yang terucap tanpa sengaja atau perbuatan yang tidak terencana. Mohon maaf atas segala kesalahan, minal aidzin wal fa idzin, selamat Hari Raya Idul Fitri.”
” Selamat Hari Lebaran Di Hari yang Fitri, Minal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum”
” Selamat Hari Lebaran 1 Syawal 1439 H , Kami Segenap Keluarga Besar Indobolanews.com Mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin , Mohon Maaf Lahir Dan Batin Jika kami Ada Kesalahan Dalam Menyampaikan Berita Yang Kami Update”
” Minal Aidin Wal Faidzin , Tak Ada Manusia Yang Tak Bisa Luput Dari Salah Baik Di Sengaja Atau Tidak , Dengan Kerendahan Hati Kami Mohon Maaaf Lahir Dan Batin. Dan Semoga Di Hari Yang Suci Ini , Dosa Dosa Kita Di Ampuni Oleh Allah Yang Maha Pengampun”
” Wahai Sahabatku , Di Hari Yang Suci Ini Izinkan Aku Mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin , Aku Minta Maaf Bila Kita Selama Barbagi Waktu Dan Pengorbanan Dalam Menjalin Persahabatan Ini Pernah menyakiti Hatimu. Mari Kita Tatap Lembaran Baru Agar Kita Selamanya Bisa Bersama Sama Dan Tak Terpisahkan”
“Ramadhan membasuh hati yang berjelaga ,Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya”
“Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga, Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.”
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, Minal Aidin Wal Faidzin..

Komentar